Pages

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Februari 2014

Design Pembelajaran : menentukan Tujuan Instruksional Umum.

Pengertian Tujuan Instruksional Umum

Kegiatan belajar-mengajar atau kegiatan pengajaran sering juga disebut dengan istilah Instruksional. Dari istilah “instruksional” ini kemudian muncul istilah “tujuan instruksional”. Soemarsono dalam bukunya “Tujuan Instruksional”, – sebagaimana yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto – mendefenisikan tujuan instruksional sebagai tujuan yang menggambarkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan sikap yang harus dimiliki oleh siswa sebagai akibat dari hasil pengajaran yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku (behavior) yang dapat diamati dan diukur.[1] Selanjutnya tujuan instruksional ini dibagi menjadi dua macam, yaitu Tujuan Instruksional Umum (TIU), dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK). 

Dalam bahasa Inggris terdapat sejumlah istilah yang menyatakan tujuan yang bersifat umum, seperti “aim”, “general purpose”, “goal”, dan sebagainya. Sedangkan dalam Prosedur Pengembangann Sistem Instruksional (PPSI) biasa disebut dengan Tujuan Instruksional Umum atau disingkat TIU.[2] Adapun yang dimaksud dengan Tujuan Instruksional Umumadalah suatu kegiatan mengidentifikasi kebutuhan instruksional untuk memperoleh jenis pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang tidak pernah dipelajari atau belum dilakukan dengan baik oleh peserta didik, (yang mana) jenis pengetahuan, keterampilan dan sikap tersebut masih bersifat umum atau garis besar.[3] Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa Tujuan Instruksional Umum hanya menggariskan hasil-hasil yang bersifat umum pada kegiatan belajar dari setiap mata pelajaran yang harus dicapai oleh setiap peserta didik.

Jika kita berbicara tentang tujuan umum, biasanya sering terjebak ke dalam kalimat indah dan muluk kedengarannya, tetapi akan menemui kesukaran bila hendak diwujudkan karena menimbulkan tafsiran yang aneka ragam menurut pandangan masing-masing. Misalnya tujuan: “menjadi manusia yang baik”, “yang bertanggungjawab”, “bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”, “yang mengabdi kepada masyarakat”, dan sebagainya. Tujuan yang umum seperti itu sangat kabur dan tidak bisa diukur tingkat keberhasilannya, bahkan berpotensi melahirkan macam-macam tafsiran. Kita tidak tahu dengan jelas apa yang dimaksud dengan “baik”, “bertanggungjawab” atau “mengabdi kepada masyarakat”. Oleh sebab itu TIU harus dianalisis sebagai bersifat umum, dan karena itu tidak memberi pegangan yang mantap untuk menentukan bahan, strategi penyajian, maupun penilaian.[4] Untuk itu, Tujuan Instruksional Umum harus dijabarkan secara khusus ke dalam Tujuan Instruksional Khusus.

Dalam dunia pendidikan dikenal sejumlah usaha untuk menguraikan tujuan yang sangat umum ini. Salah seorang di antaranya ialah Herbert Spencer[5] (1860) yang menganalisis tujuan pendidikan dalam lima bagian yang berkenaan dengan:

1. Kegiatan demi kelangsungan hidup.

2. Usaha mencari nafkah.

3. Pendidikan anak.

4. Pemeliharaan hubungan dengan masyarakat dan negara.

5. Penggunaan waktu senggang.[6]

Selasa, 11 Februari 2014

Cara membuat Tujuan Instruksional Umum dan Tujuan Instruksional khusus

Tujuan Intruksional
Ada beberapa definisi yang disampaikan oleh beberapa tokoh seperti Robert F. Magner (1962) yang mendefinisikan tujuan instruksional sebagai tujuan perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa sesuai kompetensi. Juga ada Eduard L. Dejnozka dan David E. Kavel (1981) yang mendefinisikan tujuan instruksional adalah suatu pernyataan spefisik yang dinyatakan dalam bentuk perilaku yang diwujudkan dalam bentuk tulisan yang menggambarkan hasil belajar yang diharapkan serta Fred Percival dan Henry Ellington (1984) yang mendefinisikan tujuan instruksional adalah suatu pernyataan yang jelas menunjukkan penampilan / keterampilan yang diharapkan sebagai hasil dari proses belajar. Setelah kita mengetahui beberapa definisi tujuan instruksional yang dikemukakan dari beberapa tokoh kita dapat mengambil beberapa manfaat yaitu
1. Kita dapat menentukan tujuan proses belajar mengajar
2. Menentukan persyaratan awal instruksional
3. Merancang strategi instruksional
4. Memilih media pembelajaran
5. Menyusun instrumen tes sebagai evaluasi belajar
6. Melakukan tindakan perbaikan pembelajaran.
Ada dua macam tujuan instruksional yaitu:
1. Tujuan instruksional umum (TIU)
2. Tujuan instrusional khusus (TIK)

Selasa, 04 Juni 2013

Pengumuman SNMPTN 2013 SPP Banjarbaru

Berdasarkan hasil pengumuman dari panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri siswa SPP yang lolos seleksi sebanyak 21 Orang. Pengumuman SNMPTN 2013 dapat dilihat pada tanggal 27 Mei 2013 jam 16:00 WIB di alamat http://www.snmptn.ac.id/hasil-seleksi. Pendaftaran Ulang/Awal bagi peserta yang diterima akan dilaksanakan pada tanggal 18-19 Juni 2013 di PTN dimana peserta diterima. Untuk lebih rincinya silahkan melihat informasi pada website PTN tersebut. Untuk Universitas Lambung Mangkurat halaman webnya belum bisa dibuka, silakan siswa yang lolos datang langsung ke UNLAM untuk informasi lebih lanjut. Untuk yang terdaftar sebagai peserta bidik misi  dapat mencetak kartu bidik misi di Sekolah dengan menghubungi admin. Bidik misi adalah program beasiswa prestasi bagi siswa yang kurang mampu tapi berkeinginan kuat untuk melanjutkan kuliah. Besarnya beasiswa ini kurang lebih untuk wilayah Banjarbaru adalah 6 juta Rupiah per semester selama kurang lebih 8 semester. Sedangkan pembayaran beasiswa ini dilakukan setiap 6 bulan sekali. Silakan siswa bisa menanykan lebih lanjut ke pihak Universitas yang terkait.
Berikut siswa yang lolos seleksi SNMPTN 2013 dapat dilihat disini. 
atau dapat dilihat langsung dibawah ini.

Kamis, 25 April 2013

15 Macam Web Browser Terkemuka


1. Mozilla Firefox
 
Web browser ini merupakan web browser yang terkenal didunia. Selain masalah banyaknya plug-in yang disediakan, web browser ini memiliki keamanan yang cukup handal dari berbagai aktivitas hacking.
2. Google Chrome
Karya google tidak hanya berhenti sampai dengan search engine saja, tapi berkembang sampai kebeberapa software lain, salah satunya web browser yang terkenal dengan sebutan Google Chrome. Aplikasi ini sifatnya semi portable dan memerlukan kapasistas harddisk yang agak besar dalam instalasinya. Namun kalu masalah kemampuan, takperlu diragukan lagi.
3. Internet Explorer
IE merupakan web browser buatan karyawan Bill Gates. Aplikasi ini akan otomatis terinstall saat Anda menggunakan sistem operasi Windows. Pada IE versi 7 dulu, berbagai kecaman muncul akibat lemahnya sistem pertahanan IE dan hal ini agak memperburuk citra IE. Namun setelah dilakukan upgrade, IE semakin berbenah diri.
4. Opera
Aplikasi web browser ini lebih terkenal di alat elektronik mobile. Kebanyakan handphone yang beredar khusunya di Indonesia menggunaan browser Opera, yaitu opera mini. Namun kemampuan opera juga tak kalah dengan yang lain, interface-nya pun juga bagus.
5. Flock
Web browser ini lebih berorientasi bagi para pengguna yang suka bermain dalam forum jejaring social. Tampilannya sangat cantik dan memudahkan terutama bagi para facebooker.
6. Netscape
Aplikasi browser ini sudah cukup lama tercipta. Namun perkembangannya kurang begitu memuaskan, hal ini bisa terjadi karena banyak faktor, baik itu dari segi tampilan ataupun sekuritasnya yang kurang bagus.
7. Safari
Software ini juga memiliki kemampuan yang cukup baik, namun memiliki nasib yang kurang beruntung seperti Netscape.
8. Kylo
Untuk masalah keunikan browser, Kylo salah satu yang bisa dijagokan. Tampilannya sangat unik dan sangat sesuai bagi pengguna internet yang ingin menonton video streaming karena adanya fasilitas yang bisa menyajikan konten pada browser ini ditayangkan secara fullscreen.
9. Avant Browser
Browser ini memiliki tampilan yang simple atau sederhana. Popularitasnyapun kurang begitu bagus. Hal ini bisa karena masalah kemudahan atau fitur yang ditawarkan.
10. Deepnet Explorer
Masih senasib dengan Avant Browser, software ini lebih mirip tampilannya seperti IE. Popularitasnyapun juga kurang bagus.
11. K-Meleon
Browser berlogo Iguana melata ini sebenarnya cukup bagus dari segi tampilan, namun lagi-lagi karena faktor yang sama seperti Deepnet Explorer menyebabkan browser ini kurang popular. Padahal dalam pembuatannya, K-Meleon merupakan kerjasama antara Mozilla dan Netscape.
12. Maxthon
Tampilan browser ini cukup bagus, Fitur-fiturnya juga cukup lengkap, tapi tidak sepopuler seperti Mozilla.
13. Lunascape
Browser ini lebih berorientasi pada update berita-berita internasional. Hal ini terlihat dari bookmark yang secara default ada merupakan link ke website berita internasional. Secara interface, sajiannya cukup bagus.
14. Kidzui
Merupakan browser untuk anak-anak. Bookmark yang ada pada browser ini lebih spesifik pada berbagai bidang kegaitan untuk pengembangan diri anak. Secara default website ini memblokir website-website dewasa.
15. Kidrocket
Serupa dengan Kidzui, browser ini guna membentuk lingkungan internet sehat bagi anak. Jadi bagi Anda yang ingin memberikan pengetahuan tentang internet kepada anak, penulis rekomendasikan agar Anda menggunakan browser ini agar terhindar dari sajian konten dewasa.

Source : http://www.mboir.com/2011/02/15-macam-web-browser-terkemuka.html#ixzz2RVAbOXk8

Rabu, 08 Agustus 2012

Pemenang Lomba Pesantren Kilat 1433 H


Selamat Kepada Para Pemenang lomba Keagamaan dalam rangka Pesantren Kilat Ramadan 1433 H, yang sudah dilaksanakan mulai tanggal 6 s/d 8 Agustus 2012. Hadiah akan dibagikan pada acara penutupan dan Buka Bersama seluruh Warga SPP Banjarbaru.
Berikut Pemenang - pemenang lomba.

Minggu, 05 Agustus 2012

Pesantren Ramadan SMK SPP N Banjarbaru tahun 2012


Para siswa SMK SPP NEGERI BANJARBARU akan mengikuti Pesantren Kilat Ramadan mulai Senin - Rabu (6-8 Agustus 2012) dengan harapan meningkatkan iman dan takwa para siswa.Kegiatan ini akan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas X sampai kelas XII. 
Kegiatan ini sifatnya adalah wajib dan ada absensi untuk setiap kegiatan. Target dalam kegiatan ini membangun generasi muda islami cerdas dan bertakwa dengan berbagai agenda kegiatan mulai dari sholat dhuha bersama, Tadarus Alqur'an , ceramah agama , dan berbagai kegiatan lomba untuk mengasah bakat dan kemampuan siswa di bidang keagamaan.
Momentum Ramadan dijadikan awal pembangunan karakter islami serta dapat mengubah sikap lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu diharapakan lewat pesantren kilat ini para siswa dapat mengetahui lebih dalam makna puasa itu sendiri, sehingga mampu menjalankan ibadah sesuai kaidah Islam.
Jadwal kegiatan Ramadan dapat dilihat disini.

Kamis, 28 Juni 2012

Apliksi Bagi para pengajar

Seorang pengajar tanpa kelengkapan data maka belum bisa dikatakan berhasil menjadi pengajar yang baik. seorang pengajar minimal harus punya data tentang anak-anak didiknya itu. Namun tak jarang seorang pengajar belum bisa mempersiapkan kelengkapan dalam mengajar itu dengan baik.Itu dimungkinkan karena memang untuk membuat alat kelengkapan mengajar perlu waktu dan sedikit kesabaran. Namun dengan kemajuan teknologi sebenarnya waktu itu bisa disiasati dengan cara yang sederhana. Kita hanya perlu sedikit kreatif. dengan modal kreatif pekerjaan yang melelahkan sebagai seorang pendidik bisa diselesaikan dengan baik.Contoh kecil alat teknologi yang bisa dipakai adalah aplikasi excel. belum banyak orang yang memaksimalkan aplikasi yang satu ini. disadari atau tidak kita selama ini hanya menggunakan sekedar untuk membuat jadwal, atau kolom-kolom saja, padahal banyak sekali aplikasi dari excel ini yang dapat dimanfatkan untuk membuat kelengkapan mengajar.Excel ini dapat dipakai untuk membuat alat kelengkapan mengajar, mulai dari absen, nilai ulangan harian, ulangan semester sampai analisis soal ulangan dan nilai akhir anak didik kita secara otomatis dan cepat. Kalau kita tidak bisa membuat sendiri , internet dengan bantuan om google bisa membantu membuat alat kelengkapan kita mengajar.
Memang kalau kita lihat administrasi seorang guru sangat banyak. Ada sekitar 20 Point Administrasi Guru yang umumnya dipersiapkan satu bendel dan selalu dibawa-bawa oleh guru (profesional). Selain sebagai administrasi pribadi guru juga biasanya dipersiapkan untuk menyambut Super Visi Guru yang biasanya dilakukan langsung oleh Pengawas Sekolah atau kepala sekolah secara SIDAK. Wow..takut..., tapi tenang.. nanti saya kasih contohnya. Gini, Paket Administrasi Perangkat Pembelajaran tersebut lazimnya (standar minimal) berisi :
1.    Halaman Judul
2.    Lembar Pengesahan
3.    Identitas  Pribadi Guru
4.    Daftar Isi
5.    Kalender Pendidikan
6.    Rincian Pekan Efektif
7.    Program Tahunan ( Prota )
8.    Program Semester ( Promes )
9.    Silabus
10.    Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM )
11.    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP )
12.    Form Kisi-kisi Soal
13.    Lampiran Soal Ulangan
14.    Jadwal Mengajar Guru
15.    Agenda Pembelajaran
16.    Daftar Hadir Siswa
17.    Daftar Nilai Siswa
18.    Analisis Hasil Ulangan Harian
19.    Program Perbaikan dan Pengayaan
20.    Catatan Siswa Mengalami Hambatan Belajar
Dengan administrasi guru yang baik dapat mengendalikan pelaksanaan tugas guru sebagai berikut :
a. Pelaksanaan tugas sesuai rencana
b. Materi sesuai SK/KD
c. Waktu pelaksanaan jelas
d. Skenario pembelajaran sesuai rencana
e. Hasil capaian mudah dibaca
f. Guru memiliki dokumen untuk bahan perbaikan kinerja
g. Sebagai bukti fisik pengajuan PAK atau Sertifikasi
wah ternyata emang rumit ya...kira-kira bisa ga ya kita melengkapi dokumen sebanyak itu...ga tahu deh...tapi minimal harus mencoba dan berusaha. 
Ada contoh untuk aplikasi penilaian. Silakan klik link in. 

Selasa, 26 Juni 2012

Mempersiapkan mengajar di tahun ajaran baru

Setiap tahun ajaran baru, kita akan disibukan dengan berbagai macam tugas untuk mengajar bagi guru.
berikut ini ada tulisan menarik yang diambil dari  :http://blog.uin-malang.ac.id/mwidiarno/2011/05/29/jurus-menyambut-tahun-ajaran-baru/



Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda! Nah, hari-hari pertama juga sangat menentukan hari-hari sekolah selanjutnya. Hari pertama adalah hal yang “kritis” dalam menentukan berjalannya kelas dengan baik selanjutnya. Perlakuan saat hari pertama bagi siswa baru akan mempengaruhi perjalanan kegiatan belajar mengajar.
Lalu bagaimana agar sukses melewati masa “kritis” itu? Mari kita pelajari bersama uraian berikut ini :
Ada enam karakter pengelola kelas efektif, yaitu :
  1. Merencanakan dengan jelas dalam memperkenalkan aturan kelas pada siswa dan menyediakan waktu yang cukup hingga siswa benar-benar paham, misalnya bagaimana minta tolong, antri, menjawab pertanyaan, dan sebagainya.
  2. Bekerja dengan seluruh kelas pada awalnya (meski jika selanjutnya merencanakan adanya kerja kelompok). Setiap waktu selalu terlibat pada kegiatan seluruh kelas, jarang meninggalkan sebagian siswa tanpa sesuatu yang dikerjakan atau tanpa pengawasan.
  3. Pada hari pertama menyediakan waktu lebih banyak untuk mendiskusikan aturan kelas dan sering mengingatkannya minimal selama minggu pertama.
  4. Mengajarkan siswa aturan kelas yang terinci. Misalnya melatih siswa cara antri yang cepat dan tenang, mengajarkan siswa merespon suatu tanda seperti bel atau panggilan untuk memperhatikannya.
  5. Sebagai kegiatan pertama, menggunakan tugas yang mudah dan menyenangkan. Materi pada pelajaran pertama telah disiapkan, disajikan dengan jelas, dan bervariasi. Mengkondisikan siswa agar bekerja dengan benar pada hari pertama dengan sekolah dengan memberikan informasi secara bertahap, untuk mencegah adanya beban berat yang berlebihan bagi siswa karena terlalu banyak informasi yang diberikan.
  6. Merespon dengan segera untuk menghentikan peri laku yang menyimpang.

Penyiapan Aturan Kelas
Salah satu persiapan pertama yang berhubungan dengan tugas pada awal tahun ajaran baru adalah penyiapan aturan kelas. Tiga hal yang harus diperhatikan dalam proses tersebut. Pertama jumlah aturan kelas tidak terlalu banyak. Kedua dirasa adil oleh siswa. Ketiga disosialisasikan dengan jelas.
Tujuan utama aturan kelas dijelaskan dengan jelas untuk memberikan otoritas moral yang terperinci sehingga semua siswa akan paham dan mendukung aturan. Misalnya menghargai barang orang lain.
Aturan sederhana ini dapat mencegah peri laku menyimpang, misalnya mencuri, merusak barang, membuang sampah dengan sembarangan dan mencorat-coret buku piket.
Siswa dapat diminta menyiapkan aturan kelas atau bahkan mereka sendiri yang membuatnya. Diskusi untuk mebuat aturan kelas, akan menumbuhkan rasa ikut memiliki aturan tersebut.
Ketika semua anggota kelas telah setuju dengan aturan tersebut, maka jika ada siswa yang melanggar, maka diamelanggar norma yang berlaku di kelas bukan melanggar aturan dari guru.
Beberapa contoh aturan kelas yang bisa didiskusikan :
  1. Sopan terhadap orang lain. Aturan ini mencegah sikap menyela pembicaraan orang lain, mengolok-olok atau menertawakan orang lain, berkelahi, dan lain-lain.
  2. Menghargai barang orang lain.
  3. Komitmen dalam tugas, meliputi mendengarkan ketika guru atau orang lain berbicara, bekerja di tempatnya, siap memulai pekerjaannya ketika bel berbunyi dan mengikuti arahan yang disampaikan.
  4. Mengangkat tangan jika minta perhatian. Aturan ini menghindari dari teriakan atau keluar dari tempatnya jika minta bantuan tanpa ijin.
Untuk lebih jelasnya mari kita lihat contoh pengalaman seorang guru di bawah ini :
Ustadz Ali guru kelas III sebuah MI swasta berdiri di depan kelasnya yang baru pada hari kedua sekolah.
“Baik anak-anak, saya minta waktunya beberapa menit untuk membicarakan aturan kelas.Mari kita mulai dengan menulis semua aturan di kelas di papan tulis. Angkat tangan kalian jika kalian punya usulan, atau punya aturan yang ingin diusulkan dan tunggu sampai saya menyebut namamu.
Dalam beberapa menit Ustadz Ali menuliskan beberapa aturan kelas di papan :
Aturan :
  1. Jangan berlarian di lorong
  2. Jangan menaruh permen karet di bangku
  3. Jangan mencorat-coret di bangku
  4. Jangan berkelahi
  5. Jangan datang terlambat kecuali sudah ijin
  6. Jangan berteriak di kelas
  7. Angkat tangan jika ingin dipanggil
  8. Jangan menulisi buku paket
“ Apakah menurut kalian aturan ini adil?” Ustadz Ali bertanya. (banyak acungan tangan) “ Permulaan yang baik. Tapi saya melihat ada dua masalah. Pertama terlalu banyaknya aturan sehingga sulit diingat. Kedua sebagian besar dimulai dengan kata jangan. Mari kita coba mengelompokkan aturan-aturan yang seharusnya kita lakukan.” Lanjutnya.
Siswa-siswa menawarkan berbagai ide, akhirnya aturan yang disepakati di papan tertulis adalah sebagai berikut :
Aturan Kelas III
  1. Menghargai hak orang lain
  2. Menghargai barang orang lain
  3. Sopan terhadap orang lain
  4. Komit dalam tugas
  5. Mengangkat tangan agar dipanggil
“Baik kita telah menyetujui bahwa aturan ini adil. Tapi jika seseorang lupa dan melanggar aturan, bagaimana? Sanksinya apa? “ Ustadz Ali bertanya. “ Menghadap kepala sekolah Ustadz”, usul Joko. “ Lebih baik disuruh berdiri di pojok kelas,” timpal Amir.
Ustadz Ali menuliskan sanksi-sanksi  yang diusulkan siswa :
Sanksi :
  1. menghadap kepala sekolah
  2. berdiri di pojok kelas selama setengah jam
  3. tidak istirahat
  4. diberi surat pemberitahuan kepada orang tua
  5. tinggal setelah jam pulang
Ustadz Ali melanjutkan “ Siapa yang punya saran agar kita tetap menjaga aturan ini bukan melanggarnya? Bagaimana bentuk hadiahnya? Joko, Amir? Joko mengusulkan “ Mendapat bintang emas”. Joko menambahkan “ Kita dapat istirahat tambahan jika semua yang di kelas baik sepanjang hari. Budi (interupsi tanpa mengacungkan tangan) “ Kita semua dapat tinggal di rumah. Ustadz Ali : “Budi kita semua telah sepakat untuk mengangkat tangan dan sopan terhadap orang lain. Maka apakah kamu mencoba untuk memberi contoh pada kelas untuk tidak bersikap demikian?” Budi : “Maaf Ustadz.” Ustadz Ali : “Baik, sekarang saya minta setiap anak mencatat semua aturan kelas kita dan memikirkannya. Kita akan membicarakannya lagi tentang hadiah dan sanksinya besuk.”
Diambil dari: Majalah Guru KPI Surabaya
No related posts.

Selasa, 21 Desember 2010

Cerita tentang Guru Profesional

SEKELUMIT PENGALAMAN SAYA DALAM UPAYA TERUS-MENERUS UNTUK
MENJADI GURU PROFESIONAL
Penulis : Zainal Abidinb (Artikel ini diikutkan dalam Lomba Penulisan Artikel Pendidikan untuk Guru Se-Indonesia ISPI Jawa Tengah 2010) 

Bismillahirrahmanirrahim 
I. Pendahuluan 
Tulisan ini saya awali dengan penggalan catatan singkat perjalanan kegiatan saya sebagai guru. Tahun 1992 saya mulai menjadi guru di SMAN 3 Bandar Lampung. Saya lulusan D3 Pendidikan Fisika dari FKIP Universitas Lampung. Pada1996 saya mengikuti program penyetaraan S1 selama satu tahun di tempat yang sama pada waktu mengikuti pendidikan D3. Selama lebih kurang tujuh tahun saya  melaksanakan proses pembelajaran baik di ruang kelas atau di laboratorium. Saya bergaul dengan rekan-rekan guru,siswa-siswi dan anggota masyarakat sekolah lainnya sambil terus menambah pengetahuan tentang proses pembelajaran secara otodidak. Sesekali mendapat tugas mengikuti pelatihan untuk guru yang ditunjuk oleh pihak sekolah.
Pada 1999, sepengetahuan saya hanya ada satu warnet di kota tempat sekolah saya berada. Pada hari minggu saya mengajak siswa-siswi saya untuk belajar dengan internet di warnet itu. Pada waktu itu saya tidak punya komputer dan di sekolah saya hanya ada sekitar sepuluh komputer. Saya belajar komputer secara otodidak dan tidak pernah kursus komputer. Keinginan saya untuk terus belajar tentang teknologi informatika dan komunikasi terus menyala dan ternyata  pada 2002 saya menjadi pemakalah pada Simposium Nasional I Inovasi Pembelajaran dan Pengelolaan Sekolah di Jakarta bersama dua orang guru dari Lampung. Selanjutnya, saya senang mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat menambah pengetahuan saya dan berkomunikasi via email dan berbagai komunitas di internet dengan para ahli serta menjalin komunikasi dengan sesama guru dan teman-teman di seluruh dunia. Dari sini, saya mulai merefleksi tentang peran guru di sekolah maupun di masyarakat. Saya berinovasi dalam pembelajaran dan saya pernah tuangkan dalam bentuk penelitian tindakan kelas dan mendapat penghargaan sebagai juara dua tingkat provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh LPMP Lampun bulan Desember 2008. Selain sebagai anggota PGRI Bandar Lampung, saya menjadi Pengurus Asosiasi Guru Fisika (AGFI) Pusat Jakarta dan Pengurus AGFI Wilayah Lampung. Bersama rekan-rekan guru fisika di Lampung, saya pernah mengadakan Seminar dan Diklat Nasional Fisika Gasing (Gampang, Asyik dan Menengkan), 15 Nopember 2008.Bulan Desember 2009 saya lulus sertifikasiguru dan sampai saat ini dan semoga seterusnya saya berharap diberikan kesempatan dan kemampuan untuk selalu bekerja dan memperbaiki pekerjaan saya sebagai guru. Dari sepenggal cacatan di atas, saya ingin menuliskan refleksi saya tentang pendidikan, sekolah dan profesionalisme guru dengan mencari evidensi dan relevaansi di dalamnya. Tulisan diakhiri dengan penutup yang merupakan simpulan tulisan.

Rabu, 20 Oktober 2010

Pembelajaran Lesson Study


PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DALAM KEGIATAN LESSON STUDY
Quantcast
(Makalah disajikan pada Pelatihan Lesson Study untuk Guru SMP Se-Kabupaten Hulu Sungai Utara, tanggal 27 s.d. 31 Mei 2007)
Oleh:
Suhadi, S.Pd., M.Pd.
A. Pendahuluan
Penyelenggaraan proses belajar mengajar (PBM) menuntut guru untuk menguasai isi atau materi bidang studi yang akan diajarkan serta wawasan yang berhubungan dengan materi tersebut. Selain itu guru juga harus memiliki kompetensi pedagogik, sehingga guru dapat memainkan perannya sebagai fasilitator bagi pembelajaran siswanya. Sebagai penyelenggara PBM guru juga harus dapat mengembangkan sikap positif siswa dan dapat merespon ide-ide mereka. Guru harus dapat menerapkan inovasi-inovasi baru dalam pendidikan khususnya inovasi pembelajaran di kelas sebagaimana yang telah direkomendasikan para pakar pendidikan agar dapat memenuhi tuntutan kurikulum.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...