div id='fb-root'/>

Pages

Selasa, 31 Agustus 2010

Cerita di Prajab

Ngantuk banget ...

Selama masa prajab, hal yang dialami semua peserta adalah NGANTUK. Selama di kelas terutama penyampaian materi, pasti ada yang terkantuk-kantuk dengan hebatnya. Aku pun berjuang dengan sangat keras untuk melawan rasa kantuk. Permen sudah ga pengaruh. Makan permen rasa apapun tetep ga ngaruh. Kecuali mungkin permen karet tapi aku ga nyoba soalnya tar kelihatan kalo aku lagi ngunyah. Biasanya kalo aku ‘kerja’ kaya misalnya ngunyah permen karet, lumayan ga ngantuk.

Salah satu cara paling efektif adalah nyubit paha sendiri sekeras mungkin. Kalo nyabut bulu idung kan ga mungkin, masa lagi dengerin materi nyabut bulu idung sendiri. Ya udah aku cubit paha sendiri dua-duanya sekeras mungkin. Biar ga kelihatan maksudnya jadi aku nyubit paha. Tapi pengaruhnya hanya beberapa menit saja. Selanjutnya aku harus berjuang untuk mengangkat kedua kelopak mataku yang saat itu menjadi lebih berat daripada beratnya gajah.

Yang lainpun ga kalah sengitnya berjuang mengangkat kelopak mata mereka. Ada yang kalah, ada yang masih bertarung dengan sengit. Yang kalah terlihat dengan jelas, bahkan saking kalahnya wajahnya sampai tengadah ke atas dengan mulut menganga, tertidur di kursinya masing-masing. Yang masih bertarung, kadang kepala mengalun ke bawah lalu terdongak ke atas dengan cepat, dengan mata yang agak terbelalak. Ada juga yang menari Tarian Bali, sebentar-sebentar kelopak matanya tertutup, lalu dengan cepat Melotot, sebentar kemudian menutup pelan, melotot lagi dan begitu berulang. Happy fighting !!!

Mungkin para pemateri sudah tahu kondisi seperti itu jadi kadang dibiarkan atau kadang juga sengaja dikejutkan untuk menerima materi berikutnya.

Ngelindur kali?!

Jadwal materi Prajab lumayan melelahkan. Bangun mulai pukul 03.30 buat mandi bergiliran, materi dimulai pukul 05.00 WIB. Berakhir pukul 21.30 WIB. Mungkin karena kepadatan waktunya itu, maka setiap ada waktu untuk istirahat, digunakan semaksimal mungkin. Seperti yang terjadi pada teman satu barak.

Kebetulan saat itu kami sedang sholat Jumat, karena dia bukan Muslim, maka waktu sholat Jumat dia manfaatkan untuk tidur di barak. Saking pulasnya, saat kami pulang-pun bahkan bersiap-siap untuk apel makan siang, dia masih saja tertidur pulas. Baru saat terompet berbunyi, dia pun bergegas turun dari ranjangnya. Cepat-cepat dia pakai tuh kaos kaki karena seragam sudah dipakai sambil tidur. Selesai pasang kaos kaki, dikeluarkannya sandal jepit. Lalu dimasukkannya kaki kanan ke dalam sandal jepit. Dia berhenti sejenak, lalu ditarik lagi kakinya dari sandal jepit. Kemudian dikeluarkannya sepatu dan memasangnya dengan benar.

Aku yang ngeliatnya sedikit bingung juga. Ngapain tadi ngeluarin sandal. Ternyata ngelindur kali ya, masih tidur sih .....
Sumber : http://archerdai.blogspot.com



Artikel Lain Yang Mungkin Anda Cari:



Comments
0 Comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...